Minggu, 28 Juli 2013

Macam-macam Asuhan Kebidanan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan bidang kesehatan pada dasarnya diajukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sehingga mortalitas dan morbiditas ibu hamil dan bersalin menurun, sebagaimana di amanatkan oleh pembukaan undang-undang dasar Republik Indonesia tahun1945 (Departemen kesehatan RI, 2004)
Peranan bidan adalah dengan memberikan pelayanan asuhan kebidanan yang sesuai dengan standar, pelayanan yang diberikan berupa pelayanan kebidanan yang tujuannya mengatur dan memberikan pelayanan kebidanan untuk ibu hamil, bersalin, nifas, menyusui, dan bayi baru lahir yang tepat dan sesuai standar pelayanan kebidanan serta asuhan kebidanan yang bertujuan untuk menekan angka morbilitas dan mortalitas ibu dan anak sampai batas yang tidak dapat diturunkan lagi.
Agar keadaan penyimpangan dapat terdeteksi secara dini maka dibutuhkan pengelolaan kebidanan yang akurat. Peran bidan diperlukan antara lain sebagai pelaksana pelayanan yang menyeluruh dan bermutu, sebagai pengelola, sebagai pendidik serta sebagai peneliti di bidang kesehatan.
1.2  Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah apa saja macam-macam Asuhan Kebidanan?
1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiwa dapat mengetahui macam-macam asuhan kebidanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Asuhan Kebidanan
Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan suatu proses reproduksi yang dialami oleh seorang perempuan, pada suatu saat proses kehamilan, persalinan dan nifas seorang ibu harus mendapatkan pelayanan dan pertolongan dengan tepat dan benar hal ini sangat berpengaruh terhadap mortalitas ibu. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia, keadaan tersebut sangat memacu kita untuk memberikan asuhan yang benar saat kehamilan, persalinan dan nifas.
Asuhan Kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil, masa persalinan, masa nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana. Asuahan kebidanan dilakukan dengan metode manajamen, kebidanan dengan langkah Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencanan evaluasi dan dokumentasi.
Secara ringkas, asuhan kebidanan adalah asuhan yang di berikan oleh seorang bidan yang mempunyai Ruang Lingkup sebagai berikut:
  • Remaja Putri
  • Wanita Pranikah
  • Ibu hamil
  • Ibu Bersalin
  • Ibu Nifas
  • Bayi Baru lahir
  • Bayi dan balita
  • Menopause
  • Wanita dengan gangguan reproduksi 
2.2  Macam-macam Asuhan Kebidanan    
  1. A.    Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil
ANC adalah pemeriksaan/pengawasan antenatal yaitu pemeriksaan kehamilan untuk   mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar. Tujuan utama ANC adalah menurunkan/mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan perinatal, sedang tujuan khusus ANC adalah:
  • Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi.
  •  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.
  • Mengenal secara dini adanya ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
  • Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma semenimal mungkin.
  • Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
  • Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
Asuhan kebidanan pada ibu hamil adalah asuhan yang diberikan Bidan pada ibu hamil utuk mengetahui kesehatan ibu dan janin serta untuk mencegah dan menangani secara dini kegawatdaruratan yang terjadi pada saat kehamilan. Tujuan pemeriksaan dan pengawasan Ibu hamil:
  1. Tujuan umum:
  • Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
  1. Tujuan khusus:
  • Mengenal dan menangani penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
  • Mengenal dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
  • Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
  • Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehat sehari-hari.
Standar Asuhan Kehamilan Kunjungan antenatal care (ANC) minimal :
  • Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 – 13 minggu)
  • Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 – 27 minggu)
  • Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 18 – 40 minggu)
Kehamilanmemberikan perubahan baik Adapun pelaksanaan komunikasi bagi ibu hamil, bidan diharapkan :
  • Mampu melaksanakan asuhan dan tindakan pemerikasaan, pendidikan kesehatan dan segala bentuk pelayanan kebidanan ibu hamil.
  • Dengan adanya komunikasi terapeutik diharapkan dapat meredam permasalahan psikososial yang berdampak negatif bagi kehamilan.
  • Membantu ibu sejak pra konsepsi untuk mengorganisasikan perasaannya, pikirannya untuk menerima dan memelihara kehamilannya.
  1. B.     Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin
Asuhan yang di berikan Bidan pada Ibu Bersalin, bidan melakukan observasi pada Ibu bersalin, yani pada Kala I, Kala II, kala III, Dan kala IV.  Asuhan yang diberikan yaitu:
  • Memonitoring tekanan darah, suhu badan, denyut nadi setiap 4 jam.
  • Mendengarkan denyut jantung janin setiap jam pada fase laten dan 30 menit pada fase aktif.
  • Palpasi kontraksi uterus setiap jam setiap fase laten dan 30 menit pada fase aktif.
  • Memonitoring pembukaan servik penurunan bagian daerah terendah pada fase laten dan fase aktif setiap 4 jam.
  • Memonitoring pengeluaran urine setiap 2 jam.
  • Menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami, keluarga atau teman dekat untuk mendampingi ibu.
  • Menginformasikan hasil pemeriksaan dan rencana asuhan selanjutnya serta kemajuan persalinan dan meminta persetujuan ibu untuk rencana asuhan selanjutnya.
  • Mengatur aktifitas dan posisi dan membimbing relaksasi sewaktu ada his.
  • Menjaga privasi ibu.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Memberi rasa aman dan menghindari rasa panas, mengurangi rasa nyeri ketika his misalnya dengan membuat rasa sejuk dan masase.
  • Memberikan cukup minum dan makan.
  • Memastikan dan mempertahankan kandung kemih tetap kosong.
  • Menciptakan rasa kedekatan antara bidan dan ibu misalnya dengan sentuhan.
Pada kala II Asuhan yang diberikan adalah :
  • Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu.
  • Memastikan kecukupan makan dan minum.
  • Mempertahankan kebersihan diri.
  • Mempersiapkan kelahiran bayi.
  • Membimbing meneran pada waktu his.
  • Melakukan pemantauan keadaan ibu dan denyut jantung bayi terus menerus.
  • Melakukan amniotomi bila diperlukan.
  • Melakukan episiotomi jika diperlukan.
  • Melahirkan kepala sesuai mekanisme persalinan dan jalan lahir.
  • Melonggarkan atau melepaskannya, bila ada lilitan tali pusat pada kepala dan badan bayi.
  • Melahirkan bahu dan diikuti badan bayi.
  • Menilai tanda-tanda kehidupan bayi minimal 3 aspek adalah asuhan bernafas , denyut jantung, warna kulit.
  • Klem/jepit tali pusat didua tempat dan potong dengan gunting steril/DTT.
  • Menjaga kehangatan bayi.
  • Merangsang pernafasan bayi bila diperlukan.
Asuhan yang diberikan pada kala III
  1. Melaksanakan menagemen aktif kala III
    1. melakukan palpasi uterus untuk memastikan tidak ada bayi lain dalam 2 menit.
    2. memberikan suntikan oksitosin 10 IM
  • segera diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran bayi, jika bayi tunggal
  • pemberian oksitosin 10 unit im dapat diulangi setelah 15 jika plasenta masih belum lahir.
  • jika oksitosin tidak tersedia, rangsang putting payudara ibu dan susukan bayi segera guna menghasilkan oksitosin alamiah.
  • melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT)
  • setelah kelahiran plasenta, lakukan masase fundus uteri
  1. Memotong dan mengikat tali pusat.
  2. Memperlihatkan/mendekatkan bayi dengan ibunya.
  3. Meletakkan bayi segera mungkin, kurang dari 30 menit setelah lahir bila memungkinkan.
Asuhan yang diberikan pada kala IV:
  1. lanjutkan pemantauan kontraksi uterus, pengeluaran darah, tanda-tanda vital.
  • 2-3 kali selama 10 menit pertama.
  • Setiap  15 menit selam 1 jam.
  • Setiap 20-30 menit selama jam kedua.
  • Jika uters tidak berkontraksi dengan baik, lakukan masase fundus.
  1. Melakukan pemeriksaan jalan lahir dan perineum.
  2. Melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaputnya.
  3. Ajarkan ibu/keluarga tentang cara mengecek/meraba uterus dan memasasenya.
  4. Evaluasi darah yang hilang.
  5. Memantau pengeluaran klohkea (biasanya tidak lebih dari darah haid)
  6. Mempertahankan kandung kemih tetep kosong (tidak dengan kateterisasi).
  7. C.    Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
Asuhan kebidanan pada ibu nifas adalah asuhan yang di berikan pada ibu nifas, biasanya berlangsung selama 40 hari atau sekitar 6minggu. Pada asuhan ini bidan memberikan asuhan berupa memantau involusi uteri, Kelancaran ASI, dan kondisi ibu dan anak. Ibu setelah melahirkan akan mengalami fase ini yaitu fase ibu nifas. Ibu nifas juga mengalami perubahan-perubahan yang bersifat fisiologis maupun psikologis. Oleh karena itu, diperlukan juga komunikasi pada saat masa nifas. Perubahan fisiologis pada ibu nifas meliputi proses pengembalian fungsi rahim, keluarnya lochia dan sebagainya. Sedangkan perubahan psikologis meliputi perasaan bangga setelah melewati proses persalinan, bahagia bayi telah lahir sesuai dengan harapan. Kondisi-kondisi yang membuat ibu sedih saat nifas yaitu keadaan bayi tidak sesuai harapan, perceraian, dan sebagainya.
Pelaksanaan komunikasi yang dilakukan bidan pada ibu nifas harus memperhatikan kestabilan emosi ibu, arah pembicaraan terfokus pada penerimaan kelahiran bayi. Penyampaian informasi jelas dan mudah dimengerti oleh ibu dan keluarga.
  1. D.    Asuhan Kebidanan Pada Bayi baru lahir
Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir adalah Asuhan yang di berikan Bidan pada bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir bidan memotong tali plasenta, memandikan, mengobservasi ada tidaknya gangguan pada pernafasan dan memakaikan pakaian dan membendong dengan kain. Dan pada balita bidan memberikan pelayanan, informasi tentang imunisasi dan KIE sekitar kesehatan neonatus dan balita. Komunikasi pada bayi dimulai sejak kelahiran bayi. Adapun fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi bayi meluputi:
  • fase prelinguistic
  • kata pertama
  • kalimat pertama
  • kemampuan bicara egosentris dan memasyarakat.
  • perkembangan semantic
  1. E.     Asuhan Kebidanan Pada Pelayanan KB
Asuhan Kebidanan pada pelayanan KB adalah asuhan yang diberikan bidan pada ibu yang akan melakukan pelayanan KB, bidan memberikan asuhan tentang macam-macam KB, efek dan dampak dari pemakaian KB, serta memberikan wewenang terhadap ibu untuk memilih macam-macam KB yang akan di gunakan. Tidak semua akseptor KB mengalami kenyamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Ada juga yang mengalami perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis setelah penggunaan alat kontrasepsi. 
Perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah akibat dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi tersebut, misalnya pusing, BB bertambah, timbul flek-flek di wajah, gangguan menstruasi, keputihan, dan lain-lain. Adapun Perubahan fisiologis yang dialami adalah kecemasan atau ketakutan akan keluhan-keluhan yang terjadi, dan kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi.
  1. F.     Asuhan Kebidanan Pada Wanita Dengan Gangguan Sistem Reproduksi
Asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi adalah asuhan yang di berikan bidan pada wanita yang mengalami gangguan reproduksi. Bidan memberikan KIE (Konseling Informasi Edukasi) tentang gangguan-gangguan reproduksi yang sering muncul pada wanita seperti keputihan, menstruasi yang tidak teratur.
Wanita dengan gangguan sistemreproduksi akan mengalami perubahan yang  bersifat fisiologis maupun psikologis. Perubahan fisiologis yang terjadi seperti keputihan, gangguan haid, penyakit menular seksual, dan lain-lain. Sedangkan perubahan yang bersifat psikologis diantaranya ibu cemas, takut akan masalah-masalah yang terjadi dan ketidak siapan dalam menerima kenyataan.
Pelaksanaan komunikasi pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi yaitu penjelasan kemungkinan penyebab gangguan yang dialaminya, deteksi dini terhadap kelainan sehubungan dengan gangguan reproduksi, pemberian informasi tentang layanan kesehatan, membantu dalam pengambilan keputusan dan pemberian support mental.

DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Saifuddin. A, Bari, dkk. 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Swartz, Mark. H. 1995. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Penerbit Buku Kedokteran EGC :  Jakarta
Waspodo, Djoko dkk. 2002. Asuhan Persalinan Normal, Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi : Jakarta.
Wiknjosastro, Hanifa, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates